CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS �

Kamis, 26 Februari 2009

MEMBANGUN WEB SERVER DI FREEBSDTentu saja kata web server tidak asing lagi di sebagian besar telinga kita, yaitu sebuah tempat untuk mempublikasikan informasi apa pun kepada publik melalui internet atau intranet tentang apa saja, baik oleh individu, kelompok, lembaga pemerintahan, perusahaan, dan lain-lain. Web server umumnya tidak berdiri sendiri, namun ada aplikasi yang mendukungnya, semacam PHP, OpenSSL, dan lain sebagainya. Salah satu aplikasi yang sudah sangat populer adalah Apache HTTP Server. Aplikasi ini mulai dirilis ke publik sejak tahun 1995. Web server yang menggunakan aplikasi Apache di seluruh dunia saat ini berdasarkan survei Netcraft Web Server Survey pada November 2006 saja sudah lebih dari 60% dari total 101,435,253 situs.
Proyek Apache HTTP Server ini merupakan proyek open-source yang dikembangkan oleh Apache Software Foundation. Lembaga ini bertujuan mengembangkan Apache sebagai aplikasi web server modern yang bisa dipergunakan di multi platform OS, khususnya Unix dan Windows.
Saya tidak akan membahas sejarah perkembangan Apache ini secara rinci. Untuk mengetahui lebih lengkap perkembangannya silakan kunjungi About the Apache HTTP Server Project.
Dalam artikel ini, saya tidak hanya membahas Apache secara khusus saja, namun juga beberapa aplikasi yang umum dipergunakan bersama aplikasi ini, seperti OpenSSL, MySQL, dan PHP.
1. Download
Aplikasi yang dipergunakan dalam artikel ini adalah Apache versi 2.2.3, MySQL versi 5.0.22, OpenSSL versi 0.9.8d, dan PHP versi 5.2.0.
Dari semua aplikasi di atas, hanya Apache dan PHP yang akan diinstall secara manual, sedang MySQL dan OpenSSL diinstall via ports. Jadi yang akan didownload secara manual hanya Apache dan PHP.
Apache versi terakhir dapat didownload di http://apache.the.net.id/httpd/httpd-2.2.3.tar.bz2. Versi terakhir Apache saat artikel ini ditulis adalah versi 2.2.3. Dan versi PHP terakhir saat ini adalah versi 5.2.0. PHP dapat didownload di http://id2.php.net/get/php-5.2.0.tar.bz2/from/a/mirror.
2. Instalasi
2.1. Install MySQL
Sebelum menginstall Apache dan PHP, yang harus diinstall terlebih dahulu adalah MySQL dan OpenSSL. Untuk menginstalasi kedua aplikasi ini di FreeBSD cukup mudah melalui ports.
$ cd /usr/ports/database/mysql51-server$ sudo make install$ sudo portupgrade -rR mysql51-server
Command terakhir adalah untuk mengupgrade versi MySQL ke versi terbaru.
Untuk mengaktifkan MySQL saat booting, buka file /etc/rc.conf dan tambahkan baris:
mysql_enable = “YES”
Copykan file konfigurasi MySQL:
$ sudo cp /usr/local/share/mysql/my-medium.cnf /var/db/mysql/my.cnf$ sudo chgrp mysql /var/db/mysql/my.cnf
Kemudian jalankan command berikut untuk mengaktifkan daemon MySQL.
$ sudo /usr/local/etc/rc.d/mysql-server start
Bila berhasil, seharusnya Anda akan melihat baris berikut saat menjalankan command ps ax grep mysql:
678 p0- I 0:00.01 /bin/sh /usr/local/bin/mysqld_safe –defaults-extra-file=/var/db/mysql/my.cnf –user=mysql –datadir=/var/db/mysql701 p0- S 383:04.45 /usr/local/libexec/mysqld –defaults-extra-file=/var/db/mysql/my.cnf –basedir=/usr/local –datadir=/var/db/mysql
Selanjutnya buat password untuk MySQL root user:
$ sudo mysqladmin -u root password ‘password-root-mysql’
Coba masuk ke MySQL console dengan password root tersebut.
$ mysql -u root -pEnter password:Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.Your MySQL connection id is 603704 to server version: 5.0.22
Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.
mysql> \qBye
2.2. Install OpenSSL
Langkah selanjutnya adalah menginstalasi OpenSSL, cara menginstalasi OpenSSL dalam hal ini menggunakan ports juga.
$ cd /usr/ports/security/openssl$ sudo make install clean
Buat direktori untuk menempatkan certificate SSL:
$ sudo mkdir -p /usr/local/openssl/{certs,private}
Kemudian generate private key 1024-bit:
$ cd /usr/local/openssl$ sudo /usr/local/bin/openssl genrsa -out private/namadomain.com.key 1024
Ubah permission untuk direktori private menjadi:
$ sudo chown -R root:wheel private$ sudo chmod -R 600 private$ sudo chmod u+X private
Generate Certificate Signing Request (CSR) File:
$ /usr/local/bin/openssl req -new -key private/namadomain.com.key -out certs/namadomain.com.csr
Country Name (2 letter code) [GB]: IDState or Province Name (full name) [Some-State]: PropinsiLocality Name (eg, city) []: KotaOrganization Name (eg, company) [Internet Widgits Pty Ltd]: PT. Nama UsahaOrganizational Unit Name (eg, section) []: Bidang Usaha PerusahaanCommon Name (eg, your name or your server’s hostname) []: namadomain.comEmail Address []: postmaster@namadomain.com
Please enter the following ‘extra’ attributesto be sent with your certificate requestA challenge password []: masukkanpasswordAn optional company name []:
Kemudian buat Certificate Signed (CRT) file:
$ sudo /usr/local/bin/openssl x509 -req -days 365 -in certs/namadomain.com.csr -out certs/namadomain.com.crt -signkey private/namadomain.com.key
Certificate yang dibuat itu nantinya akan digunakan bila webserver support SSL.
2.3. Install Apache
Saya asumsikan, source Apache hasil download Anda disimpan di /home/users.
$ cd /home/users$ tar -jxvf httpd-2.2.3.tar.bz2$ cd httpd-2.2.3$ ./configure \–prefix=/usr/local/apache2 \–enable-rewrite \–enable-dav \–enable-ssl \–with-ssl=/usr/local \–enable-vhost-alias \–with-included-apr$ make$ sudo make install
Keterangan dari masing-masing opsi di atas adalah:
–prefix=[DIR]: Menginstall aplikasi ke target direktori yang ditentukan.–enable-rewrite: Mengaktifkan rule based URL manipulation melalui module mod_rewrite.–enable-dav: Mengaktifkan protocol WebDAV melalui module mod_dav. Dengan protocol WebDAV ini memungkinkan membuat, memindah, menyalin, dan menghapus resource pada sebuah web server.–enable-ssl: Mengaktifkan module SSL/TLS.–with-ssl=[DIR]: Di mana library SSL/TLS diinstall.–enable-vhost-alias: Support dengan banyak virtual host.–with-included-apr: Install apr. APR atau Apache Portable Runtime pada Apache 2.2.x versi merupakan source yang sudah menyatu dengan Apache Source.
2.4. Install PHP
Sebelum Anda menginstalasi PHP, saya sarankan untuk menginstall aplikasi-aplikasi via ports yang diperlukan (recommended) PHP saat instalasinya. Aplikasi-aplikasi tersebut adalah:
- mcrypt (/usr/ports/security/mcrypt) dan libmcrypt (/usr/ports/security/libmcrypt)- db4 (/usr/ports/databases/db4) dan gdbm (/usr/ports/databases/gdbm)- gd (/usr/ports/graphics/gd)- libxml2 (/usr/ports/textproc/libxml2)
Saya asumsikan pula, source PHP yang Anda download disimpan di /home/users.
$ cd /home/users$ tar -jxvf php-5.2.0.tar.bz2$ cd php-5.2.0$ ./configure \–with-apxs2=/usr/local/apache2/bin/apxs \–with-mysql=/usr/local \–with-openssl=/usr/local \–with-config-file-path=/usr/local/apache2/conf \–with-png-dir=/usr/local/lib \–with-gettext=/usr/local/lib \–with-gd \–with-zlib \–with-xml \–with-mcrypt=/usr/local/lib \–enable-mbstring=all \–disable-short-tags$ make$ make install
Keterangan dari masing-masing opsi di atas adalah:
–with-apxs2[=FILE]: Menyertakan shared Apache 2.0 Handler module.–with-mysql[=DIR]: Menyertakan dukungan MySQL. DIR adalah di mana binary MySQL diinstall.–with-openssl[=DIR]: Menyertakan dukungan OpenSSL.–with-config-file-path=PATH: Di mana file php.ini akan diletakkan.–with-png-dir[=DIR]: Menyertakan dukungan format file PNG.–with-gettext[=DIR]: Menyertakan dukungan GNU gettext.–with-gd[=DIR]: Menyertakan dukungan GD.–with-zlib[=DIR]: Menyertakan dukungan zlib.–with-libxml-dir[=DIR]: Menyertakan dukungan XML.–with-mcrypt[=DIR]: Menyertakan dukungan mcrypt atau Multi-cipher cryptographic library.–enable-mbstring: Mengaktifkan dukungan multibyte string.–disable-short-tags: Nonaktifkan penggunaan tag pendek Edit file /usr/local/apache2/conf/php.ini dan sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Pada dasarnya default file konfigurasi ini sudah cukup baik.
Karena PHP diinstall sebagai module pada Apache, kita perlu mengubah kepemilikan direktori PHP yang hanya akan mengijinkan akses kepada user root dan www saja.
$ sudo chown -R root:www /usr/local/lib/php$ sudo chmod -R g-w,o-rwx /usr/local/lib/php
Edit file /usr/local/apache2/conf/httpd.conf dan ubah baris-baris berikut menjadi:
User wwwGroup www
ServerAdmin hostmaster@namadomain.comServerName www.namadomain.com:80DirectoryIndex index.html index.php
TypesConfig conf/mime.typesAddType application/x-compress .ZAddType application/x-gzip .gz .tgzAddType application/x-httpd-php .phpAddHandler cgi-script .cgi
Aktifkan juga baris-baris berikut dengan menghilangkan tanda # di awal barisnya:
Include conf/extra/httpd-autoindex.confInclude conf/extra/httpd-userdir.confInclude conf/extra/httpd-vhosts.confInclude conf/extra/httpd-dav.confInclude conf/extra/httpd-default.confInclude conf/extra/httpd-ssl.conf
Selanjutnya ubah permission direktori Apache:
$ cd /usr/local
Ubah kepemilikan direktori apache2 ke user root:wheel
$ sudo chown -R root:wheel apache2
Ubah permission pada direktori apache2. Karena direktori ini kepemilikannya oleh root:wheel dan supaya bisa diakses oleh group www, kita ijinkan group www ini membaca dan mengeksekusi file-file di bawahnya.
$ sudo chmod 755 apache2
Selanjutnya pada direktori apache2 ini hanya akan mengijinkan user root saja untuk dapat membaca dan menulisinya dengan mengubah permission menjadi:
$ sudo chmod -R 600 apache2/*
Hanya user root saja yang dapat mengakses seluruh direktori yang berada di bawah direktori apache2:
$ sudo chmod -R u+X apache2$ cd apache2
Ubah kepemilikan direktori binary Apache ke user root:
$ sudo chmod -R u+x bin
Direktori cgi-bin juga berisi file-file binari. Hanya mengijinkan user root dan group www saja yang bisa mengaksesnya.
$ sudo chgrp -R www cgi-bin$ sudo chmod -R u+x,g+x cgi-bin
Web server akan membaca direktori icons, maka ubah pula kepemilikannya agar bisa dibaca oleh group www.
$ sudo chgrp -R www icons$ sudo chmod -R g+rX icons
Ubah juga permission direktori logs:
$ sudo chgrp -R www logs$ sudo chmod g+wX logs
Terakhir ubah kepemilikan direktori htdocs agar bisa dibaca oleh publik. Direktori ini nanti merupakan tempat menyimpan file-file web yang akan ditampilkan pada browser. Akses penulisan ke direktori ini hanya dibatasi kepada user root saja.
$ sudo chgrp -R www htdocs$ sudo chmod -R g+rX htdocs
Karena menginstall Apache dari source file. Kita harus membuat sendiri startup script-nya agar dapat dieksekusi oleh server pada saat booting. Start up script diletakkan di direktori /usr/local/etc/rc.d. Startup script dapat didownload di sini: Apache-2 FreeBSD Startup Script
Kemudian tambahkan dua baris berikut pada file /etc/rc.conf:
apache2_enable=”YES”apache2_flags=”-DSSL”
Ubah permission file start up script menjadi:
$ sudo chmod 555 /usr/local/etc/rc.d/apache.sh
Jalankan file tersebut untuk mengaktifkan daemon httpd:
$ sudo /usr/local/etc/rc.d/apache.sh start
Periksa apakah daemon httpd sudah aktif dengan command ps ax:
$ ps ax grep httpd
33549 ?? Ss 0:12.88 /usr/local/apache2/bin/httpd -DSSL33550 ?? I 0:00.43 /usr/local/apache2/bin/httpd -DSSL33551 ?? I 0:00.40 /usr/local/apache2/bin/httpd -DSSL33552 ?? I 0:00.32 /usr/local/apache2/bin/httpd -DSSL
Bila output di console Anda sudah seperti di atas, selamat! Anda sudah berhasil menginstall web server pada server Anda.


Read More......

Kamis, 27 November 2008

Perangkat lunak sistemPerangkat lunak sistem adalah suatu istilah generik yang merujuk pada jenis perangkat lunak komputer yang mengatur dan mengontrol perangkat keras sehingga perangkat lunak aplikasi dapat melakukan tugasnya. Ia merupakan bagian esensial dari sistem komputer. Sistem operasi adalah suatu contoh yang jelas, sedangkan OpenGL atau pustaka basis data adalah contoh lainnya. Perangkat lunak jenis ini dibedakan dengan perangkat lunak aplikasi, yang merupakan program yang membantu pengguna melakukan tugas spesifik dan produktif, seperti pengolahan kata atau manipulasi gambar.




Read More......

Berbagi Pakai Sumber Daya (Sharing Printer)Apabila anda memasang suatu periperal (device) pada suatu jaringan. Maka periperal (device) tersebut dapat dipergunakan secara bersama-sama oleh anggota (user) dalam jaringan tersebut. Untuk dapat menggunakan secara bersama-sama, terlebih dahulu dikonfigurasikan salah satu periperal tersebut, dalam hal ini periperal tersebut adalah printer.

- Instalasi Printer Lokal

Instalasi dengan cara ini adalah menghubungkan printer (printer device) dengan printer port pada komputer server, misalnya LPT1 port USB. Cara yang digunakan untuk instalasi printer okal adalah sebagai berikut.

- Klik tombol start kemudian pilih printer dan dilayar akan terlihat jendela printers

- Klik pilihan add printer dan di layar akan terlihat jendela add printer

- Klik next untuk melanjutkannya.

- Tentukan pilihan local printer untuk menginstall printer di komputer utama.

- Klik next untuk melanjutkannya.

- Dilayar akan terlihat alamat select a printer port dan pilih port sesuai denga port yang digunakan printer, misalnya LPT1

- Klik next untuk melanjutkannya

- Pilih produk printer pada bagian manufacturer. Misalnya klik pilihan AGFA-AcuSet V52.3

- Anda dapat menentukan sendiri driver printer denga tombol have Disk. Kemudian tentukan drive dan folder dari file driver printer

- Klik next untuk melanjutkan

- Pada bagian printer nama: akan secara otomatis terlihat nama printer dan anda dapat merubah nama tersebut

- Klik tombol yes apabila anda akan membuat default printer.

- Klik next dilayar akan terlihat tampilan sharing.

- Klik Next untuk melanjutkannya

- Klik pilihan No agar anda tidak perlu test printer

- Klik tombol Next untuk malanjutkannya

- Klik tombol finish kemudian lihat apakah printer yang ditambahkan telah terlihat.


Sharing Printer

Apabila dalam proses instalasi anda tidak menentukan sharing printer, maka anda dapat menentukan sharing printer dengan cara berikut:

- Klik start kemudian klik printer and faxes

- klik kanan pada icon printer yang akan di share, kemudian pilih sharing,

- setelah tampil jendela sharing, Kemudian pilihlah ceklist Shared as

- klik tombol OK. jika pada icon printer telah tampil lambang sharing berarti printer tersebut telah berhasil anda sharing

Diposkan oleh wmasking1 di 11:13
Label: jaringan komputer




Read More......

KONFIGURASI DINAMIS KOMPUTER

Konfigurasi DinamisKomputer-komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 2003 akan berusaha untuk memperoleh konfigurasi TCP/IP dari sebuah server DHCP pada jaringan Anda berdasarkan default seperti diuraikan pada Gambar 10. Jika suatu konfigurasi TCP/IP statis baru saja diimplementasikan pada sebuah komputer, maka Anda dapat mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis.

Untuk mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis:

1.
Klik Start
2.
Klik Programs
3.
Klik Connect To
4.
Klik Show All Connections
5.
Klik kanan Local Area Connection
6.
Klik Properties
7.
Pada tab General klik Internet Protocol (TCP/IP)
8.
Klik Properties. Untuk tipe-tipe koneksi yang lain, klik tab Networking
9.
Klik Obtain An IP Address Automatically
10.
Klik OK

Konfigurasi Manual

Beberapa server, misalnya DHCP, DNS, dan WINS, harus diberikan suatu alamat IP secara manual. Bila Anda tidak mempunyai sebuah server DHCP pada jaringan Anda, maka Anda harus mengonfigurasi komputer-komputer TCP/IP secara manual agar bisa memakai suatu alamat IP statis.

Read More......

KONFIGURASI TCP/IP STATIS
Konfigurasi TCP/IP
Pada titik ini, kartu jaringan Anda sudah terinstall secara fisik pada komputer Anda, dan modul kernel yang relevan sudah dimuat. Anda belum bisa berkomunikasi melalui kartu jaringan Anda, tetapi informasi tentang perangkat jaringan sudah bisa didapatkan dengan ifconfig -a.
# ifconfig -a
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:A0:CC:3C:60:A4
UP BROADCAST NOTRAILERS RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:110081 errors:1 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:84931 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:100
RX bytes:114824506 (109.5 Mb) TX bytes:9337924 (8.9 Mb)
Interrupt:5 Base address:0x8400

lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:2234 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:2234 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:168758 (164.8 Kb) TX bytes:168758 (164.8 Kb)
Jika Anda hanya mengetik /sbin/ifconfig tanpa akhiran -a, Anda tidak akan melihat antarmuka eth0, karena kartu jaringan Anda belum memiliki alamat IP yang valid atau rute.
Sementara terdapat berbagai cara untuk melakukan setup dan subnet sebuah jaringan, semuanya bisa dipecah menjadi dua jenis: Statik dan Dinamis. Jaringan statis adalah setup jaringan dimana setiap node (istilah geek untuk sesuatu dengan sebuah alamat IP) selalu memiliki alamat IP yang sama. Jaringan dinamis adalah setup jaringan dimana alamat IP untuk setiap node dikendalikan oleh sebuah server bernama server DHCP.
5.3.1 DHCP
DHCP (atau Dynamic Host Configuration Protocol), adalah sebuah istilah tentang bagaimana sebuah alamat IP diberikan pada sebuah komputer pada saat boot. Ketika klien DHCP melakukan boot, ia meminta sebuah permintaan pada server DHCP Jaringan Area Lokal (LAN) untuk memberikannya sebuah alamat IP. Server DHCP memiliki sebuah pool (atau batas) dari alamat IP yang tersedia. Server akan merespon permintaan ini dengan sebuah alamat IP dari pool, bersama dengan waktu lease. Setelah waktu lease untuk alamat IP yang diberikan sudah kadaluarsa, klien harus menghubungi server kembali dan mengulangi negosiasi.
Klien akan menerima alamat IP dari server dan akan mengkonfigurasi antarmuka yang diminta dengan alamat IP. Terdapat satu cara lain yang digunakan klien DHCP untuk melakukan negosiasi dengan alamat IP yang akan diberikan kepada mereka. Klien akan mengingat alamat IP terakhir yang diberikan, dan akan meminta server memberikan alamat IP tersebut pada klien pada negosiasi selanjutnya. Jika dimungkinkan, server akan melakukannya, tetapi jika tidak, sebuah alamat baru akan diberikan. Negosiasi dilakukan seperti berikut:
Klien: Apakah there Server DHCP tersedia pada LAN?
Server: Ya. Saya.
Klien: Saya membutuhkan sebuah alamat IP.
Server: Anda bisa mengambil 192.168.10.10 untuk 19200 detik.
Klien: Terima kasih.
Klien: Apakah there Server DHCP tersedia pada LAN?
Server: Ya. Saya.
Klien: Saya membutuhkan sebuah alamat IP. Terakhir kali kita berbicara,
kami mendapatkan 192.168.10.10;
Dapatkah saya mendapatkannya kembali?
Server:Ya, Anda bisa (atau Tidak, Anda tidak diperbolehkan; Anda bisa mengambil 192.168.10.12).
Klien: Terima kasih.
Klien DHCP pada Linux adalah /sbin/dhcpcd. Jika Anda membuka /etc/rc.d/rc.inet1 pada editor teks kesayangan Anda, Anda akan melihat bahwa /sbin/dhcpcd dipanggil pada bagian tengah dari script. Hal ini memaksa pembicaraan diatas. dhcpcd juga akan melacak waktu yang tersisa dari lease untuk alamat IP aktual, dan akan menghubungi server DHCP dengan sebuah permintaan untuk memperbarui lease jika diperlukan. DHCP juga dapat mengontrol informasi yang berhubungan, seperti server ntp yang digunakan, rute yang akan dipakai, dll.
Melakukan setting DHCP pada Slackware sangatlah sederhana. Cukup jalankan netconfig dan pilih DHCP. Jika Anda memiliki lebih dari satu NIC dan tidak ingin eth0 dikonfigurasi oleh DHCP, cukup edit berkas /etc/rc.d/rc.inet1.conf dan gantilah variabel untuk NIC Anda menjadi “YES”.
5.3.2 IP Statik
Alamat IP statik adalah alamat tetap yang hanya berubah jika dilakukan secara manual. Alamat ini digunakan pada kasus dimana seorang administrator tidak ingin informasi IP berubah, seperti untuk server internal pada sebuah LAN, sembarang server yang terkoneksi ke Internet, dan router jaringan. Dengan pengalamatan IP statik, Anda memberikan sebuah alamat dan membiarkannya demikian. Mesin lain tahu bahwa Anda akan selalu berada pada alamat IP tersebut dan selalu dapat menghubungi pada alamat tersebut.
5.3.3 /etc/rc.d/rc.inet1.conf
Jika Anda berencana untuk memberi alamat IP pada mesin Slackware baru Anda, Anda bisa melakukannya melalui script netconfig, atau Anda bisa mengedit /etc/rc.d/rc.inet1.conf. Pada /etc/rc.d/rc.inet1.conf , Anda akan melihat:
# Primary network interface card (eth0)
IPADDR[0]=""
NETMASK[0]=""
USE_DHCP[0]=""
DHCP_HOSTNAME[0]=""
Lalu jauh dibawah:
GATEWAY=""
Pada kasus ini, tugas kita hanyalah mengganti informasi yang benar diantara kutip ganda. Variabel ini dipanggil oleh /etc/rc.d/rc.inet1 pada saat boot untuk melakukan setup kartu NIC. Untuk setiap NIC, masukkan informasi IP yang benar, atau letakkan “YES” untuk USE_DHCP. Slackware akan menjalankan antarmuka ini dengan informasi yang diberikan disini sesuai dengan urutan mereka ditemukan.
Variabel DEFAULT_GW menentukan rute default untuk Slackware. Semua komunikasi antara komputer Anda dengan komputer lain pada Internet harus melalui sebuah gerbang (gateway) tersebut jika tidak ada rute lain yang disebutkan. Jika Anda menggunakan DHCP, Anda biasanya tidak perlu memasukkan apapun disini, karena server DHCP akan menentukan gerbang yang akan digunakan.
5.3.4 /etc/resolv.conf
Ok, jadi Anda telah mendapatkan sebuah alamat IP, Anda telah mendapatkan gateway default, Anda mungkin telah memiliki sepuluh juta dollar (berikan saya sebagian), tetapi apa gunanya jika Anda tidak bisa me-resolve nama pada alamat IP? Tidak ada seorangpun yang ingin mengetikkan 72.9.234.112 pada browser web mereka untuk menemukan www.slackbook.org. Bagaimanapun juga, siapakah yang akan mengingat alamat IP tersebut selain pembuatnya? Kita perlu melakukan setup DNS, tetapi bagaimana? Ini dimana /etc/resolv.conf bekerja.
Kemungkinan Anda sudah memiliki opsi yang benar pada /etc/resolv.conf. Jika Anda melakukan setup koneksi jaringan Anda menggunakan DHCP, server DHCP akan melakukan proses update pada berkas ini untuk Anda. (secara teknis, server DHCP hanya memberitahu dhcpcd apa yang akan diletakkan disini, dan ia menurutinya.) Jika Anda perlu mengupdate daftar server DNS Anda secara manual, Anda harus mengedit /etc/resolv.conf. Berikut adalah sebuah contoh:
# cat /etc/resolv.conf
nameserver 192.168.1.254
search lizella.net
Baris pertam sangatlah sederhana. Direktif nameserver memberitahu kita server DNS apa yang digunakan untuk melakukan query. Ini selalu berupa alamat IP. Anda bisa menambahkan sebanyak mungkin. Slackware akan dengan senang hati menguji satu persatu sampai salah satu cocok.
Baris kedua lebih menarik. Direktif search memberikan kita sebuah daftar dari nama domain untuk diasumsikan ketika sebuah permintaan DNS terjadi. Ini mengijinkan Anda untuk menghubungi sebuah mesin hanya dengan bagian pertama dari FQDNnya (Fully Qualified Domain Name). Sebagai contoh, Jika “slackware.com” termasuk dalam rute pencarian Anda, Anda bisa mencapai http://store.slackware.com hanya dengan mengarahkan browser web Anda pada http://store.
# ping -c 1 store
PING store.slackware.com (69.50.233.153): 56 data bytes
64 bytes from 69.50.233.153 : icmp_seq=0 ttl=64 time=0.251 ms
1 packets transmitted, 1 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 0.251/0.251/0.251 ms

5.3.5 /etc/hosts
Sekarang kita telah memiliki DNS yang bekerja, bagaimana jika kita hendak melewati server DNS kita, atau menambahkan isi DNS untuk sebuah mesin yang tidak pada DNS? Slackware menyertakan berkas /etc/hosts yang berisi daftar nama DNS lokal dan alamat IP yang sesuai.
# cat /etc/hosts
127.0.0.1 localhost locahost.localdomain
192.168.1.101 redtail
172.14.66.32 foobar.slackware.com
Disini Anda bisa melihat bahwa localhost memiliki alamat IP 127.0.0.1 (selalu dipesan untuk localhost), redtail dapat dicapai pada 192.168.1.101, dan foobar.slackware.com adalah 172.14.66.32.

Read More......

Kamis, 06 November 2008

CARA PEMBUATAN ANTENA KALENG
WAJAN BOLIK

1. Pertama, siapkan peralatan dan bahan-bahan. Mulai bor, penggaris, hingga kaleng bekas dengan profil dimensi yang sesuai. Dalam contoh yang diperagakan, digunakan kaleng bekas Quaker Outmeal. Kaleng ini setara dengan kaleng susu instan ukuran 400 gr, Twister Stick Snack, atau kaleng buah produk Cina.
Kemudian, kaleng dibersihkan dan diratakan mulutnya agar tidak melukai tangan. Pastikan kaleng sudah bersih dan kering sebelum masuk ke tahap berikutnya.
2. Dilanjutkan dengan pengukuran diameter dan tinggi kaleng. Masukkan ukurannya dalam rumus untuk menentukan titik wave guide dan penguatannya. Rumus bisa dilihat di situs pada akhir artikel ini.
Siapkan konektor N Female Panel Mount dan membuat wave guide sesuai hasil kalkulasi dimensi kaleng dan frekuensi yang telah diperoleh sebelumnya dari rumus.
3. Ukur lokasi dari dasar kaleng dan bor titik wave guide. Kemudian buat lubang baut dudukan konektor N Female Panel Mount.
Tahap berikutnya adalah perkabelan. Kupas inner tembaga kabel CNT/LMR-200 yang memiliki nilai resistansi 50 Ohm untuk wave guide. Lanjutkan dengan menyambung kabel inner Wave Guide ke konektor N Female Panel Mount.
Panjang kabel jumper adalah kelipatannya hasil yang diperolehdari rumus: berdasarkan rumus (3 x 108 (rambatan sinyal di udara)/frekuensi dalam khz) x 0,92 (koefisien kabel).
4. Pasang wave guide yang sudah tersolder di ke lubang di kaleng. Eratkan baut konektor ke kaleng. Jangan lupa untuk segera menutup dengan rubber silicon sebagai pelindung dari kebocoran air dan mencegah terjadinya karat pada konektor.
Bor dasar kaleng untuk memasang clamp mounting ke tower atau dudukan antena. Solusi lain, bisa juga menggunakan besi plat untuk stang kaleng. Intinya, kaleng bisa ditempelkan kuat ke tower atau tiang tanpa kesulitan. Tentu saja, wave guide tidak boleh bergeser atau bergerak ke titik yang lain.
5. Potong kabel RG-8 9913/CNT/LMR-400 yang memiliki nilai resistansi 50 Ohm untuk jumper dengan panjang kelipatan 11,5 cm
Pasangkan konektor N Male atau N Female ke jumper. Lalu lindungi sambungan konektor dengan rubber silicon.
Setelah terpasang kuat, baru masuk tahap finishing, yakni pemasangan tutup depan kaleng. Tutup depan ini perlu diperhatikan bahannya, tidak dari bahan metal. Jadi bisa plastik atau PVC. Kemudian semua celah diberi silicon gel, untuk penahan air. Lalu dimulailah pengecatan bodi kaleng sesuai selera.
6. Setelah terangkai semua dengan kuat dan enak dilihat, maka antena kaleng siap dipasang. Ada dua cara pemasangan antena kaleng ini. Keduanya tidak jauh berbeda dengan pemasangan antena wave LAN biasa. Kedua cara ini tergantung pada jenis perangkat radio yang digunakan.
Ada perangkat yang langsung ke komputer, ada juga yang membutuhkan router. Setelah terpasang, uji coba antena dengan teknik War Driving. Teknik ini menggunakan software Site Survey seperti Netstumbler.
Berikut spesifikasi alat yang kami gunakan :
1 Linksys. WRT54
2. PCMCIA Orinoco
3. Kaleng susu procal (diameter 12,7 cm) dengan panjang 17 cm.
4. Kabel pigtail
5. Kabel tembaga 2,5 mm
6. N Female
7. UPS
8. PC
9. Netstumbler
Sumber : gudang elektro

Read More......

CARA PEMBUATAN ANTENA KALENG
WAJAN BOLIK

1. Pertama, siapkan peralatan dan bahan-bahan. Mulai bor, penggaris, hingga kaleng bekas dengan profil dimensi yang sesuai. Dalam contoh yang diperagakan, digunakan kaleng bekas Quaker Outmeal. Kaleng ini setara dengan kaleng susu instan ukuran 400 gr, Twister Stick Snack, atau kaleng buah produk Cina.
Kemudian, kaleng dibersihkan dan diratakan mulutnya agar tidak melukai tangan. Pastikan kaleng sudah bersih dan kering sebelum masuk ke tahap berikutnya.
2. Dilanjutkan dengan pengukuran diameter dan tinggi kaleng. Masukkan ukurannya dalam rumus untuk menentukan titik wave guide dan penguatannya. Rumus bisa dilihat di situs pada akhir artikel ini.
Siapkan konektor N Female Panel Mount dan membuat wave guide sesuai hasil kalkulasi dimensi kaleng dan frekuensi yang telah diperoleh sebelumnya dari rumus.
3. Ukur lokasi dari dasar kaleng dan bor titik wave guide. Kemudian buat lubang baut dudukan konektor N Female Panel Mount.
Tahap berikutnya adalah perkabelan. Kupas inner tembaga kabel CNT/LMR-200 yang memiliki nilai resistansi 50 Ohm untuk wave guide. Lanjutkan dengan menyambung kabel inner Wave Guide ke konektor N Female Panel Mount.
Panjang kabel jumper adalah kelipatannya hasil yang diperolehdari rumus: berdasarkan rumus (3 x 108 (rambatan sinyal di udara)/frekuensi dalam khz) x 0,92 (koefisien kabel).
4. Pasang wave guide yang sudah tersolder di ke lubang di kaleng. Eratkan baut konektor ke kaleng. Jangan lupa untuk segera menutup dengan rubber silicon sebagai pelindung dari kebocoran air dan mencegah terjadinya karat pada konektor.
Bor dasar kaleng untuk memasang clamp mounting ke tower atau dudukan antena. Solusi lain, bisa juga menggunakan besi plat untuk stang kaleng. Intinya, kaleng bisa ditempelkan kuat ke tower atau tiang tanpa kesulitan. Tentu saja, wave guide tidak boleh bergeser atau bergerak ke titik yang lain.
5. Potong kabel RG-8 9913/CNT/LMR-400 yang memiliki nilai resistansi 50 Ohm untuk jumper dengan panjang kelipatan 11,5 cm
Pasangkan konektor N Male atau N Female ke jumper. Lalu lindungi sambungan konektor dengan rubber silicon.
Setelah terpasang kuat, baru masuk tahap finishing, yakni pemasangan tutup depan kaleng. Tutup depan ini perlu diperhatikan bahannya, tidak dari bahan metal. Jadi bisa plastik atau PVC. Kemudian semua celah diberi silicon gel, untuk penahan air. Lalu dimulailah pengecatan bodi kaleng sesuai selera.
6. Setelah terangkai semua dengan kuat dan enak dilihat, maka antena kaleng siap dipasang. Ada dua cara pemasangan antena kaleng ini. Keduanya tidak jauh berbeda dengan pemasangan antena wave LAN biasa. Kedua cara ini tergantung pada jenis perangkat radio yang digunakan.
Ada perangkat yang langsung ke komputer, ada juga yang membutuhkan router. Setelah terpasang, uji coba antena dengan teknik War Driving. Teknik ini menggunakan software Site Survey seperti Netstumbler.
Berikut spesifikasi alat yang kami gunakan :
1 Linksys. WRT54
2. PCMCIA Orinoco
3. Kaleng susu procal (diameter 12,7 cm) dengan panjang 17 cm.
4. Kabel pigtail
5. Kabel tembaga 2,5 mm
6. N Female
7. UPS
8. PC
9. Netstumbler
Sumber : gudang elektro

Read More......

caTzz............

caTzz............